Pengaruh Penambahan Gliserol Terhadap Karakteristik Penyalut Edibel Gel Lidah Buaya (Aloe vera)

Heni Radiani Arifin, Imas Siti Setiasih, Jajang Sauman Hamdani

Abstract


Lidah buaya mengandung polisakarida (glukomannan), antimikroba dan anti-inflammattory sehingga bisa digunakan sebagai bahan penyalut edibel (edible Coating). Penyalut gel lidah buaya lebih aman untuk kesehatan karena bersifat alami, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempengaruhi rasa, serta aman bagi lingkungan. Gel lidah buaya (GLB) mengandung bahan bioaktif yang berguna bagi kesehatan sehingga jika digunakan sebagai penyalut dapat menambah khasiat buah yang disalut. Bagian dalam lidah buaya berbentuk gel sehingga mudah diaplikasikan sebagai penyalut edibel. Akan tetapi, kendalanya gel lidah buaya mudah berubah konsistensinya sehingga untuk mempertahankannya harus ditambahkan bahan lain seperti gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi gliserol yang tepat pada penyalut gel lidah buaya agar mendapatkan karakteristik penyalut yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Percobaan dibagi 3 bagian, percobaan I bertujuan untuk mengetahui rasa GLB yang tepat, terdiri dari 5 perlakuan konsentrasi gliserol (0%, 0,5%, 1%, 2%, dan 3%), percoban II bertujuan untuk mendapatkan film GLB terbaik, terdiri dari 2 perlakuan konsentrasi gliserol (0,5% dan 1%), dan Percobaan III bertujuan untuk mengetahui daya lekat pada buah stroberi, terdiri dari konsentrasi gliserol (0,5% dan 1%). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Hasil penelitian I mendapatkan gel lidah buaya yang ditambahkan konsentrasi gliserol  0,5% dan 1 % tidak menimbulkan rasa pahit. Hasil penelitian tahap II mendapatkan gel lidah buaya yang ditambah konsentrasi gliserol 0,5% menunjukkan film terbaik dengan Water Vapour Transmission Rate 906,65 g/m2/24 jam dan kuat tarik 6,3 MPa. Hasil penelitian tahap III mendapatkan adanya lapisan penyalut yang melindungi buah stroberi dengan baik pada konsentrasi gliserol 0,5%. 


Keywords


lidah buaya, gliserol, penyalut edible, film edible, karakteristik penyalut

Full Text:

FullText PDF

References


Bourtoom, T. 2007. Effect of Some Process Parameters on The Properties of Edible Film Prepared From Starches. Departemen of Material Product Technology Prince of Songkla University Thailand. Available at www.psu.ac.th (diakses tanggal 25 Februari 2011).

Cuppet,S.L. 1994. Edible Coatings as Carries of Food Additives, Fungicides and Natural Antagonist.InKrochta, et.al. Edible Coating and Film to Imrove Food Quality.

Donhowe IG andFennema O. 1994. Edible Films andCoating: Characteristics. Formation, definition, and testing methods. In Krochta JM.Baldwin EA, Carriedo MN (reds). Edible Coating and Film To Improve Food Quality. Technomic Publishing Company, Inc Pennsylvania.

Fennema, O.R. 1985. Food Chemistry. Marcel Dekker, INC. New York and Basel.

Furnawanthi, I. 2002. Khasiat dan Manfaat Lidah Buaya Si Tanaman Ajaib. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Glicksman, M. 1983. Food Hydrocolloids. Vol III. Boca Raton,FI CRP Press.

Kramer, M. E. 2009. Structure and Function of Starch-Based Edible Films and CoatingsIn Edible Films and Coatings for Food Applications. Editor : Embuscado, M. E. dan K. C Huber. Springer. New York.

Kramer, M. E. 2009. Structure and Function of Starch-Based Edible Films and CoatingsIn Edible Films and Coatings for Food Applications. Editor : Embuscado, M. E. dan K. C Huber. Springer. New York.

Krochta, J. M. 1994. Edible Coatings and Films to Improve Food Quality. Departement of Food Science and Technology. Departement of Biological and Agricultural Engineering University of California. Davis, California, U.S.A.

Kumalasari, K.D. 2005. Pembuatan dan Karakteristik Edible Film dari Pati Bonggol Pisang dengan Penambahan Plasticizer Gliserol dan Propilen Glikol. Skripsi. Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Lee,S.Y. and V.C.H. Wan. 2006. Edible Films and Edible Coatings.In Handbook of Food Science, Technology, and Engineering Volume I. (Eds) : Hui, Y.H. CRC Press, USA.

Lindsay, R.C. 1983. Food Additives. Dalam: Fennema. O.R. (ed). Food Chemistry. Marcel Dekker Inc, New York.

Lieberman, E.R. and S.G. Gielbert. 1973. Gas permeation of collagen films as affected by cross-linkage, moisture and plasticizer content. J.Polym.Sci.Symp.No-41 : 33-43.

Meilgaard, Civille, Carr. 1999. Sensory Evaluation Techniques 3rd Edition. CRC Press LLC. America.

Reynold,T and A.C. Dweck. 1999. Aloe Vera Leaf Gel : a review update. Journal of Ethnopharmacology. Vol 68, pp 3-37 (21 Mei 2007).

Trinita, A.M. 2010. Pengaruh Penambahan Kitosan pada Penyalut Berbasis Pati Bonggol Pisang terhadap Karakteristik Buah Stroberi Selama Penyimpanan Suhu 5±2oC. Skripsi. Teknologi Industri Pangan. Universitas Padjadjaran, Bandung.

Whisler, R.L. and J.R. Daniel. 1990. Edible Coating and Film Based on Polysaccahrides. Di dalam : J.M. Krochta, E.A Baldwin, dan M.O Nisperos-Carriedo (eds). Edible Coating and Film to Improve Food Quality. Technomic Publ. Co. Inc., Lancaster, USA.

Winarno, F.G. 1984. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka, Jakarta.

Yaron, A. 1991. Aloe vera : chemical and physical properties and stabilization. Dalam T. Reynolds dan A.C Dweck (eds). Aloe vera leaf gel : a review updet. J. Ethno pharmac Vol 68, pp 3-37 (16 Februari 2008).




DOI: http://dx.doi.org/10.17728/jatp.v5i1.31

Refbacks

  • There are currently no refbacks.